Latest Post
Showing posts with label liveusb. Show all posts
Showing posts with label liveusb. Show all posts

Membuat Master Linux Live Hardisk

Written By Unknown on Tuesday, 6 April 2010 | 01:10

Setelah selesai, hapus semua folder dan file LiveCD





Pilih 'Show All Drives' dan pilih salahsatu partisi hardisk



Unetbootin Loader, pilih 'Try Ubuntu...'



Dengan LiveCD sembarang, pilih 'Boot from the 2nd harddisk'



Teknologi LiveCD merupakan gagasan paling brilian dari sebuah sistem operasi, yang dalam hal ini, Linux sebagai pelopor teknologi tersebut. Dengan teknologi LiveCD, user dibuat mudah dengan interface instalasi desktop yang mudah dipahami. Dan secara khusus, distribusi Linux yang sangat akrab dengan teknologi LiveCD Install adalah distribusi Ubuntu Linux. Paket instalasi dalam sekeping CD: praktis, simpel, 100 % fungsional dan tentu saja efisien.



Selama ini, kita selalu bisa dengan mudah mem-burn iso Ubuntu Linux dalam sekeping CD, namun ternyata, untuk versi-versi terbaru Ubuntu, kita akan mengalami kesulitan mem-burn iso dalam sekeping CD, karena ukuran image yang telah membengkak. Di forum-forum Ubuntu, solusi yang paling sering diberikan adalah DVD burning, atau Live USB Flash. Cara-cara itu cukup mudah, tapi ternyata ada satu lagi cara yang lebih simpel. Bagaimana itu?



Hardisk LiveCD

Ide ini sepenuhnya terpikirkan secara tak sengaja oleh saya. Waktu itu sistem Linux saya mengalami sedikit crash karena proses instalasi software baru yang gagal, dan jadinya saya perlu menginstalasi ulang sistem Linux saya. Kebetulan, waktu itu saya kehabisan LiveCD, dan juga tak memiliki USB Flash yang berukuran besar. Lalu, secara serta-merta, ide Hardisk LiveCD-pun muncul, dan ternyata berhasil ! Eureka! Bagaimanakah caranya? Mari kita simak.



Sistem Yang Dibutuhkan

  1. Sebuah Partisi FAT/FAT32 berukuran <=1 GB. Jika kita memiliki sistem windows dan memiliki partisi D, E, F dst, kita bisa menggunakan salahsatu partisi tersebut.
  2. Unetbootin Linux. Aplikasi ini adalah aplikasi paling terkenal untuk membuat LiveUSB secara mudah. Kita bisa mendapatkannya di sini.
  3. p7zip-full dan mtools. Kedua paket tersebut merupakan dependensi utama agar uNetbootin Linux bisa berjalan sempurna. Kita bisa mendapatkan paket p7zip-full di sini, dan paket mtools di sini. Jika kita terkoneksi ke repositori, kita bisa juga menginstalasinya dari repositori dengan mudah : $ sudo apt-get install p7zip-full mtools
  4. Sebuah sembarang LiveCD, kita bisa memakai LiveCD versi lama dari linux sembarang, atau sebuah DVD instalasi lama kita, yang pasti sebuah CD/DVD Linux yang berisi loader.


Setelah semua persyaratan itu terpenuhi, langkah berikutnya adalah sebagai berikut :

  1. Jalankan uNetbootin Linux. Karena aplikasi ini dipaketkan sebagai static linked package, maka kita bisa menjalankannya dengan mudah dengan cara melakukan double click.
  2. Pada window sebelah kiri bawah, pilihlan opsi 'Show All Drives', dan pilih salahsatu partisi FAT/FAT32 milik kita, semisal /dev/sda3; /dev/sda4; dst.
  3. Pilih lokasi iso LiveCD kita, dan OK, tunggu hingga proses selesai. Kemudian reboot komputer.
  4. Masukan sembarang LiveCD/DVD Linux dan boot CD/DVD tersebut.
  5. Kemudian pilihlah opsi 'Boot from the 2nd harddisk'.
  6. Kita akan dibawa ke loader uNetbootin, lalu pilihlah opsi 'Try Ubuntu without any change..'
  7. Kita akan masuk ke sesi Live, dan lakukan proses instalasi seperti biasa.
  8. Setelah proses instalasi selesai, reboot sistem, dan hapus semua file sistem Live Hardisk, jika tidak kita butuhkan lagi. File dan folder dari sistem Live tersebut jumlahnya ada 21 buah, dengan sebuah hidden file. Akses partisi FAT tempat kita menginstalasi sistem Live, dan munculkan hidden file dengan tombol Ctrl+H. File-file sistem Live tersebut adalah: casper, dists, install, isolinux, pics, pool, pressed, .disk, autorun.inf, ldlinux.sys, dst. Kita tentu bisa membedakan dengan mudah folder-folder dokumen milik kita dengan folder-folder Live sistem Linux yang telah kita pakai.


Begitulah sekilas coba-coba saya membuat sebuah sistem Linux LiveHardisk. Opsi ini bisa juga diimplementasikan untuk membuat sebuah master instalasi Linux, sehingga sewaktu-waktu kita ingin melakukan instalasi ulang sistem, kita bisa memakainya dengan mudah. Atau, yang pasti, cara ini sangat praktis dilakukan bila kita ingin mencoba sistem baru, tetapi kebetulan tidak memiliki sebuah DVD blank untuk mem-burn iso linux.



Selamat mencoba!

Enam Langkah Mudah Membuat Linux LiveUSB

Written By Unknown on Friday, 23 October 2009 | 17:03









Dewasa ini, ada tren baru untuk teknologi komputer, yaitu Netbook. Sebuah perangkat komputer esktra mini yang biasanya di persenjatai dengan Intel Atom, HDD 160/250, 1 GB RAM dan layar 10 Inchi. Fitur-fitur mendasar masa kini tentu ada : wifi (WLAN) dan webcam.



Satu keunggulan dari produk netbook adalah mobility. Ukurannya yang extra-mini membuatnya bersifat sangat portabel. Ringan dan mudah dibawa kemana-mana. Bisa diselipkan ditas kuliah / sekolah dengan leluasa. Selain itu, dengan adanya WLAN, kita sudah bisa dengan asyik menikmati hotspot menggunakan netbook. Kapasitas RAM yang lumayan juga membuat produk ini, walau berukuran kecil, mempunyai kinerja yang cukup cepat, untuk penggunaan sehari-hari (Internet, Office, Audio-Video).



Dan satu kekurangan utama dari produk ini adalah : Tidak adanya optical drive (DVD). Tentu saja ini cukup merepotkan bilamana kita ingin menginstal sistem operasi. Lalu bagaimana? Buat saja LiveUSB Linux. Caranya amat sangat mudah. Mari kita simak.



Pertama, download iso Linux yang kita inginkan (Ubuntu, MandrivaOne). Bisa juga installer besar Linux seperti Fedora, OpenSUSE, Mandriva atau Slackware, dengan kompensasi kita harus menyediakan USB dengan kapasitas besar (8 GB/di atas 5 GB).

Kedua, download sebuah aplikasi pembuat LiveUSB yang sifatnya sangat praktis dan luar biasa hebat, namanya adalah unetbootin. Ada versi Linux dan Windows dari aplikasi ini. Untuk versi linux sendiri, bentuknya adalah sebuah static linked binari, alias satu file yang bisa di eksekusi langsung dengan di double-click. Luar biasa praktis bukan?

Ketiga, colokkan USB Flashdisk kita ke desktop Linux kita yang sudah ada.

Keempat, hapus/kosongkan USB Flashdisk. Tetaplah mount USB Flashdisk.

Kelima, double-click binari unetbootin-linux-xxx dan akan diminta password administrator Linux kita.

Keenam, setelah masuk jendela unetbootin, pilihlah file iso linux kita, dan klik OK. Pilihan distribution dan version kosongkan saja, itu tidak diperlukan. Tunggulah beberapa saat hingga completed.



Jadilah sekarang kita memiliki sebuah LiveUSB yang bisa kita gunakan untuk menginstal desktop Linux di perangkat Netbook. Sangat praktis sekali. Satu keunggulan LivcUSB dibanding dengan LiveCD adalah lebih ringan untuk di boot dan di jalankan.



Selamat ber-Linux !



Catatan teknis : Agar aplikasi unetbootin berjalan sempurna, dibutuhkan satu paket dependensi, yaitu p7zip-full. Paket ini ada di repositori distribusi mayor, yang salahsatunya adalah Ubuntu. Untuk mengisntalnya sangat mudah : sudo apt-get install p7zip-full.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Turorial Grapich Design and Blog Design - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger