This country is so wary of change. It seems to analyse everything to death and never do anything.
Analysis is good, doing something is better.
Tutorial buat blog dan desain grafis situs multimedia blog

Saya punya teman kuliah dengan karakter yang cukup tertutup. Selain tertutup, di sisi lain dia juga suka berceramah ini-itu. Jujur, saya cukup gemas dengan rekan saya ini. Salah satu yang cukup gemas masalah pacar. Dia sering bilang tidak mau pacaran, tapi sering juga saya pergoki sedang mojok di telepon dengan seorang cewe.
Nah, suatu saat saya pernah memergoki dia sedang buka-buka foto di komputernya dengan ada gambar seorang cewe, yang cukup cantik. Saya pun makin penasaran. Akhirnya saya pun pinjem komputernya, dan sayang sekali, komputer Windows XP milik rekan saya itu dibuat dua akun, dan akun milik rekan saya di password. Nah, saya pun tidak bisa liat2 data pribadinya.
Saya langsung teringat dengan LiveCD ubuntu hardy heron. Dulu saya pernah baca kalau LiveCD linux bisa “mencuri” data di Windows XP, termasuk data di akun administrator yang dilindungi password.
Tanpa banyak pikir, saat rekan saya kuliah, saya coba LiveCD Ubuntu Hardy Heron di PC rekan saya tersebut dan eureka! Sunguh LiveCD Ubuntu bisa membuka semua data yang ada di PC dengan Windows XP tersebut, tanpa masalah sedikit pun! Dua partisi Windows XP dengan format NTFS dapat terbaca dengan sangat-sangat lancar saat pertama boot. Kita tinggal klik Menu-Places-nama_partisi maka dengan lancar Ubuntu me-mount partisi Windows NTFS yang ada. Dan ternyata, benar seperti dugaan saya, ada begitu banyak gambar cewe yang cantik milik rekan saya itu. Ada beberapa yang berdua dengan rekan saya tersebut. Wah, saya puas sekali. Dan ajaibnya, ternyata Ubuntu Hardy Heron ini sudah mampu melakukan penulisan ke partisi berformat NTFS dengan sangat lancar! Maka dengan agak nge-les saya beri pesan text di folder koleksi foto rekan saya itu “nggak usah jaim bung!”. Hahaha, saya sungguh puas. Ternyata Ubuntu Hardy Heron kali ini memang sudah sangat hebat, dengan banyak perbaikan dan penambahan tool-tool yang makin meningkatkan kemampuannya.
Di sini saya sedang tidak berbagi trik mencuri data dengan Ubuntu, tetapi justru sebaliknya. Dari kemampuan yang semakin meningkat tersebut, LiveCD Ubuntu bisa kita jadikan rescueCD yang sangat lengkap. Dimana saat PC kita sedang error, dan banyak data penting, kita bisa menggunakan LiveCD Ubuntu sebagai penyelamat yang sangat menarik.
Yah, begitulah pengalaman saya “mencuri” data milik rekan saya dengan Ubuntu Hardy Heron.

Masalah utama bagi para pengguna pemula Ubuntu adalah : tidak bisa memutar VCD/DVD dan juga koleksi MP3. Ada Rhythmbox untuk manajemen musik, dan juga Totem sebagai default video player. Tapi tetap saja kedua aplikasi tersebut hanya mau memutar format-format open source yang sangat asing dan jarang digunakan.
Solusinya adalah : instal w32codecs sebagai codec multimedia komplit, dan install Mplayer sebagai default video player baru. Kemudian install XMMS sebagai music player yang baru.
Banyak forum-forum ubuntu di internet membahas hal tersebut, namun (setahu saya) semuanya menggunakan solusi online. Artinya, untuk menambah paket-paket tersebut, komputer ubuntu kita harus terhubung ke internet. NAH, DI SINI LAH MASALAH TERBESAR PERKEMBANGAN LINUX DI INDONESIA!
Sebagian besar pengguna komputer di negeri kita, belum terhubung ke internet. Masalahnya simpel, langganan internet (dalam paket apapun) masih tergolong kebutuhan yang mahal, dan masih sangat sedikit yang sudah mempunyai koneksi internet.
Padahal, solusi di forum-forum ubuntu di internet semuanya merujuk pada solusi online, bagaimana ini? JANGAN TAKUT! SEMUA ADA SOLUSINYA!
Baiklah, mari kita cari solusi itu!
Pertama, cari dan download paket w32codecs di internet.dari hasil searching saya, saya menemukan alamat server yang menyediakan w32codecs adalah sebagai berikut :
http://packages.medibuntu.org/pool/non-free/w/w32codecs/
Setelah masuk link di atas, ada daftar paket w32codecs dalam berbagai versi dan rilis. Downlodlah rilis yang terbaru (ada nama dengan rilis sesuai tanggal).
Kemudian, download Mplayer dan XMMS di repositori resmi ubuntu, yang beralamat di packages.ubuntu.com. Setelah masuk, carilah paket Mplayer dan XMMS di form search, setelah itu muncul daftar banyak paket yang dibutuhkan, komplit dengan semua dependency-nya. Sangat rumit, tapi tidak perlu bingung! Cari saja paket utama installer-nya, downloadlah paket itu.
Setelah terdownload, taruh semua pkaet download tadi di home, lalu install semua paket di atas, dengan perintah sudo dpkg -i *.deb
W32codecs akan lancar diinstall, tapi Mplayer dan XMMS pasti akan error, karena begitu banyak dependensi yang belum ada. Nah, disini kita harus telaten sedikit. Ambil selembar kertas, catat semua paket dependensi yang belum ada tersebut, lalu kita kembali ke warnet, dan download-lah semuanya satu per satu secara manual dari repositori resmi ubuntu.
Setelah semua terdownload, taruh di home, dan install ulang dengan sudo dpkg -i *.deb
Nah, sekarang ubuntu kita sudah siap memutar bermacam-macam file multimedia.
Untuk jaga-jaga, dan agar sewaktu-waktu diperlukan lagi, kumpulkan paket multimedia yang sudah kita download tadi ke dalam satu direktori, kemudian burn-lah ke CD, sehingga kapan2 kita butuh, tinggal di install.
Jadi, Linux tanpa koneksi internet, SIAPA TAKUT?