Home » » Pertumbuhan Dan Produksi Biomassa Daun Lamun Halophila Ovalis, Syringodium Isoetifolium Dan Halodule Uninervis Pada Ekosistem Padang Lamun Di Perairan Pulau Barrang Lompo (IKN-2)

Pertumbuhan Dan Produksi Biomassa Daun Lamun Halophila Ovalis, Syringodium Isoetifolium Dan Halodule Uninervis Pada Ekosistem Padang Lamun Di Perairan Pulau Barrang Lompo (IKN-2)

Written By mediana saputra on Thursday, 14 February 2013 | 15:18

Produktivitas adalah energi yang diterima dan disimpan oleh organisme dalam ekositem yang terdiri dari produktivitas primer dan produktivitas sekunder. Produktivitas primer adalah kecepatan mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia dalam bentuk bahan organik oleh organisme autotrof. Seluruh bahan organik yang dihasilkan dari proses fotosintesis pada organisme autotrof disebut produktivitas primer kotor dan bahan organik yang tersimpan disebut produktivitas primer bersih. Produktivitas sekunder adalah kecepatan energi kimia mengubah bahan organik menjadi simpanan energi kimia baru oleh organisme heterotrof. Bahan organik yang tersimpan pada organisme autotrof dapat digunakan sebagai makanan bagi organisme heterotrof. Dari makanan ini organisme heterotrof memperoleh energi kimia yang akan digunakan untuk kegiatan kehidupan dan disimpan (Riberu, 2002). 

Ekosistem padang lamun dikenal dengan ekosistem yang memiliki produktivitas yang tinggi. Laju produksi ekosistem padang lamundiartikan sebagai pertambahan biomassa lamun selang waktu tertentu dengan laju produksi (produktivitas) yang sering dinyatakan dengan satuan berat kering per m2 perhari (gbk/m2/hari). Bila dikonversi ke produksi karbon maka produksi biomassa lamun berkisar antara 500-1000 gC/m2/tahun  bahkan dapat lebih dua kali lipat (Azkab, 2000c). 
 
Produksi yang didapatkan bisa lebih kecil dari produksi yang sebenarnya karena tidak memperhitungkan kehilangan serasah dan pengaruh grazing oleh hewan-hewan herbivora yang memanfaatkan lamun sebagai makanan (Azkab, 2000c).
Menurut Hutomo et al. (1988) dalam Takaendengan dan Azkab (2010) menyatakan bahwa vegetasi spesies tunggal atau spesies pionir yang hidup pada substrat pasir halus sampai kasar di zona intertidal dan subtidal dan memiliki sebaran vertikal yang luas mulai dari zona intertidal sampai lebih dari 20 m, terutama pada sedimen yang baru terganggu seperti pada timbunan dari aktivitas invertebrata yang membuat liang. Dari hal ini terlihat bahwa lamun pionir menjadi lamun pertama yang menempati wilayah yang mengalami kerusakan sehingga keberadaan lamun ini sangat penting.
Daun lamun merupakan bagian yang lebih cepat mengalami pertumbuhan dibandingkan dengan bagian rhizoma. Namun biomassa daun lamun umumnya lebih kecil dibanding bagian rhizoma. Sehingga pengukuran biomassa daun lamun dapat dijadikan pendekatan dalam perkiraan produksi biomassa secara keseluruhan.
Melihat tingginya pertumbuhan dan produksi lamun dan pentingnya keberadaan jenis lamun tersebut maka perlu dilakukan penelitian tentang pertumbuhan dan produksi biomassa lamun. Informasi tentang produktivitas lamun berguna untuk memahami peranan lamun dalam daur hara dan  rantai makanan sebagai bagian dari kegiatan pengelolaan laut dan pesisir. Hal inilah yang melatar belakangi peneliti untuk mengkaji tentang produktivitas lamun.

Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Turorial Grapich Design and Blog Design - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger